Thursday, June 20, 2013
The Power of Intuition
I wrote this based on the events that have happened to me lately. Why do I say Intuition? It's just like 'heart is calling'.
Saya membicarakan ini perihal beberapa sahabat saya yang mungkin pada saat itu bisa membaca tanda dan menangkap detail dengan baik. Ada 2 hal, keduanya saya alami dengan orang-orang yang saya anggap sahabat dekat saya, walaupum dia jauh atau dekat.
Pertama, waktu itu saya sakit. Mau mati rasanya. Meriang, demam, batuk, pilek, pusing, mual. Ah lengkap! Bedrest... Namanya Finsa, kami memang ada jarak yang jauh sekarang. Banyak masalah yang terjadi, salah saya. Saya tau dia anak yang keras kepala dan jarang sekali melintasi prinsipnya. Semenjak kejadian itu, dia sama sekali tidak menghubungi saya. Fatal! Tapi saya menyukai bersahabat dengan dia. Sudah lama kami tidak berkomunikasi, tapi pada saat saya 'mau mati' itu, tiba-tiba dia mengirimkan saya pesan dan bertanya kabar saya. Terang saja saya kaget, pikiran saya sih mgkn dia salah kirim pesan... Tapi setelah ditanyakan ternyata tidak. Saya jawab 'baik-baik saja' waktu itu, tapi ya memang.. Saya jadi tiba-tiba sehat saking bersemangatnya menerima pesan itu. Dan sehabis itu dia tidak menghubungi saya lagi. Beberapa waktu kemudian, saya bermimpi. Dia ada dimimpi saya.. Kami sedang berjalan, dia menyelamatkan saya dari kawanan anak nakal. Lalu ketika kami selamat, tiba-tiba saja dia hilang, benar-benar menghilang. Saya bangun dengan peluh dan jadinya kepikiran sama dia. Saya kirimi dia pesan, dan ternyata ntah benar atau tidak, dia sedang dalam tahap tidak baik. Ada masalah besar yg dia harus hadapi. Tapi dia janji dia bakal baik-baik saja, dan saya percaya itu. Saya akan selalu ada, selalu sampai kapanpun. Untuk kamu.
Si Kembar, Triana & Triani. Mereka teman dekat saya sedari SMP dulu. Saya sedang bingung waktu itu. Bingung untuk menceritakan ke-siapa-yang-bisa-dipercaya. Malam itu saya sedih, menangis mengetahui suatu kejadian yang diluar ekspektasi pemikiran saya. Mau cerita, tapi takut mengganggu orang lain. Ketika sedang di fase 'kritis', tiba-tiba Ani (red. sebutan Triani) mem-BBM saya, nanya apa saya kangen sama dia. Zzzz (biasa-biasanya sih ya ga pernah :p)
Such a funny question though... but indeed interesting to be answered by me. Disitulah saya mengalir untuk menceritakan semuanya ke sahabat saya itu. Ternyata, Si Ana (red. sebutan Triana) juga ikut menimbrung dari tempat yang sama. Haha. Lega... Ada tempat bertukar pikiran. Ani mengajak saya berdoa bersama, bagian paling haru karena saya tau yang saya katakan sebagai doa-doa adalah memang ketulusan-ketulusan yang semoga saja nantinya bisa terkabul. Amiin
Terima Kasih. Aku sayang kalian :')
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment